Berita  

Sampah Plastik Jadi Cuan! Inovasi SD Negeri 2 Langsa Bikin TP PKK Kota Langsa Terpukau

KOTA LANGSA | Tribunelangsa.com – Siapa sangka limbah plastik yang selama ini dianggap sampah tak bernilai dapat disulap menjadi produk kreatif bernilai ekonomi tinggi. Inovasi luar biasa itulah yang ditunjukkan SD Negeri 2 Langsa hingga menarik perhatian Tim Penggerak (TP) PKK Kota Langsa.

Melalui Pokja III, TP PKK Kota Langsa melakukan kunjungan khusus ke sekolah peraih predikat Adiwiyata Nasional tersebut untuk melihat secara langsung berbagai karya hasil daur ulang limbah plastik yang selama ini dikembangkan oleh guru dan siswa.

Kunjungan yang dipimpin Ketua Pokja III TP PKK Kota Langsa, Hj. T Ratna Laila Sari, didampingi Wakil Ketua, para Ketua Bidang, serta anggota Pokja III berlangsung penuh antusias. Tidak hanya meninjau galeri karya, rombongan juga ikut mencoba proses pembuatan kerajinan berbahan dasar limbah plastik bersama para siswa.

Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Kepala SD Negeri 2 Langsa, Rahmalinda, melalui Wakil Kepala Sekolah Seriati. Di dalam galeri sekolah, para tamu disuguhi beragam hasil karya yang membuktikan bahwa sampah plastik dapat memiliki nilai guna bahkan nilai jual.

Berbagai produk kreatif dipamerkan, mulai dari tikar, sajadah, alas meja, tas, bakul, topi hingga aneka kerajinan anyaman yang seluruhnya dibuat dari limbah plastik bekas. Produk-produk tersebut merupakan hasil kreativitas siswa yang dibimbing oleh para guru dalam rangka menanamkan kesadaran lingkungan sejak usia dini.

Tak hanya itu, sekolah juga menampilkan sejumlah inovasi lain yang tak kalah menarik, seperti pakaian berbahan kemasan deterjen dan bungkus mi instan, ecobrick, sofa, keranjang, vas bunga, hingga berbagai hiasan dinding bernilai estetika tinggi.
Kreativitas tersebut mendapat apresiasi tinggi dari TP PKK Kota Langsa. Ketua Pokja III TP PKK Kota Langsa, Hj. T Ratna Laila Sari, menilai program yang dijalankan SD Negeri 2 Langsa merupakan contoh nyata bagaimana persoalan sampah dapat diubah menjadi peluang yang bermanfaat bagi lingkungan sekaligus bernilai ekonomi.

“Kami sangat mengapresiasi kepala sekolah, para guru, dan seluruh siswa yang telah berhasil menghadirkan berbagai karya kreatif dari limbah plastik. Ini merupakan langkah positif dalam membangun kesadaran lingkungan sekaligus menumbuhkan jiwa kreatif dan kewirausahaan,” ujarnya.

Menurutnya, apa yang dilakukan SD Negeri 2 Langsa tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan sekolah, tetapi juga mampu membentuk karakter generasi muda yang peduli terhadap kelestarian alam serta memiliki semangat inovasi.
Ratna berharap program serupa dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Kota Langsa maupun daerah lainnya. Bahkan, ia melihat peluang besar agar hasil karya tersebut dapat berkembang menjadi usaha produktif yang melibatkan masyarakat dan pelaku UMKM.

“Jika terus dikembangkan, karya-karya ini bukan hanya menjadi media edukasi lingkungan, tetapi juga dapat membuka peluang usaha baru yang menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat,” tambahnya.

Selain meninjau pengolahan limbah plastik, rombongan TP PKK Kota Langsa juga mendapatkan edukasi mengenai pembuatan pupuk organik dan briket arang berbahan tempurung kelapa. Kedua inovasi tersebut dinilai sangat relevan dalam mendukung konsep pengelolaan lingkungan berkelanjutan dan ekonomi sirkular yang saat ini terus didorong pemerintah.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam menciptakan perubahan pola pikir masyarakat terhadap sampah. Jika selama ini sampah identik dengan masalah, SD Negeri 2 Langsa berhasil menunjukkan bahwa limbah dapat diolah menjadi sumber manfaat, bahkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

Dengan berbagai inovasi yang telah dilakukan, SD Negeri 2 Langsa semakin menegaskan posisinya sebagai sekolah yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga menjadi pelopor gerakan peduli lingkungan.

Dari tangan-tangan kreatif para siswa, sampah plastik yang sebelumnya tidak bernilai kini berubah menjadi produk yang membanggakan dan berpotensi menjadi sumber penghasilan di masa depan.

Kunjungan TP PKK Kota Langsa ini pun menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, kreatif, produktif, serta berkelanjutan. Di SD Negeri 2 Langsa, sampah bukan lagi sekadar limbah, melainkan peluang yang mampu mengubah masalah menjadi manfaat.

Sumber :Diskominfo Langsa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *