LANGSA | Tribunelangsa.com – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Geuchik Langsung (Pilchiksung) Gampong Jawa, Kecamatan Langsa Kota, yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 10 Juni 2026, dinamika politik gampong semakin menarik perhatian masyarakat. Salah satu figur yang kembali maju dalam kontestasi tersebut adalah Sahrul, mantan Geuchik Gampong Jawa periode 2018-2024 yang dikenal luas oleh masyarakat setempat.
Dengan mengusung slogan “Berbuat Nyata Bukan Sekadar Kata, Tulus Melayani Tulus Mengabdi”, Sahrul kembali menawarkan diri untuk memimpin Gampong Jawa selama enam tahun ke depan. Kehadirannya dalam Pilchiksung kali ini dinilai membawa pengalaman dan rekam jejak kepemimpinan yang telah dirasakan langsung oleh masyarakat selama dirinya menjabat sebagai geuchik pada periode sebelumnya.
Dalam pemilihan kali ini, Sahrul akan bersaing dengan sejumlah kandidat lainnya yang juga memiliki visi untuk membangun Gampong Jawa. Meski persaingan diprediksi berlangsung ketat, banyak warga menilai pengalaman menjadi salah satu faktor penting yang menjadi nilai tambah bagi mantan geuchik tersebut.
Menurut sejumlah tokoh masyarakat, memimpin sebuah gampong tidak hanya membutuhkan semangat dan niat baik, tetapi juga pemahaman terhadap kondisi sosial masyarakat, kemampuan membangun komunikasi dengan berbagai pihak, serta pengalaman dalam mengelola pemerintahan gampong.
“Sosok yang pernah memimpin tentu sudah memahami kebutuhan masyarakat dan tantangan yang ada di lapangan. Pengalaman itu menjadi modal penting untuk melanjutkan pembangunan yang telah berjalan,” ujar salah seorang tokoh masyarakat Gampong Jawa.
Enam Program Prioritas untuk Kemajuan Gampong
Sebagai bentuk komitmennya kepada masyarakat, Sahrul menawarkan visi pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan warga dan kemajuan gampong secara menyeluruh. Visi tersebut diterjemahkan ke dalam enam program prioritas yang menjadi fokus utama apabila kembali dipercaya memimpin Gampong Jawa.
Program pertama adalah mewujudkan pembangunan gampong yang lebih baik dan berkelanjutan. Menurutnya, pembangunan tidak hanya sebatas pembangunan fisik seperti jalan dan fasilitas umum, tetapi juga pembangunan kehidupan sosial masyarakat yang harmonis serta tetap menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang selama ini menjadi identitas masyarakat Aceh.
Program kedua berfokus pada peningkatan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan tanpa diskriminasi. Sahrul berkomitmen menghadirkan pelayanan administrasi yang mudah diakses oleh seluruh masyarakat serta memastikan tidak ada perbedaan perlakuan terhadap warga dalam mendapatkan pelayanan dari aparatur gampong.
Pada sektor ekonomi, Sahrul menempatkan peningkatan kesejahteraan masyarakat sebagai salah satu prioritas utama. Ia berencana mendorong pemberdayaan kelompok tani, pedagang kecil, pelaku usaha mikro, serta pengrajin lokal melalui berbagai program pendampingan, pelatihan keterampilan, hingga upaya membuka akses bantuan modal usaha.
“Kemandirian ekonomi masyarakat harus menjadi perhatian bersama. Potensi yang ada di gampong perlu terus didorong agar mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan warga,” katanya dalam salah satu pertemuan dengan masyarakat.
Selain sektor ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan dan pembinaan keagamaan juga menjadi fokus utama. Sahrul menilai generasi muda merupakan aset penting yang akan menentukan masa depan gampong. Karena itu, dukungan terhadap kegiatan pendidikan, pembinaan karakter, serta penguatan nilai-nilai agama harus terus ditingkatkan.
Pada bidang infrastruktur, dirinya berkomitmen melanjutkan berbagai pembangunan yang masih dibutuhkan masyarakat, mulai dari perbaikan jalan lingkungan, sistem drainase, sarana ibadah, hingga fasilitas umum lainnya. Penataan lingkungan yang bersih, nyaman, dan tertata menjadi salah satu target yang ingin diwujudkan dalam periode mendatang.
Program keenam yang menjadi perhatian khusus adalah memperkuat kembali budaya gotong royong dan kebersamaan di tengah masyarakat. Menurutnya, semangat saling membantu dan kepedulian sosial merupakan modal besar yang harus terus dijaga demi menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis dan solid.
Di luar program pembangunan yang ditawarkan, banyak warga mengaku mengenal Sahrul sebagai sosok yang sederhana dan mudah bergaul dengan berbagai kalangan masyarakat. Selama menjabat sebagai geuchik, dirinya disebut aktif turun langsung ke tengah masyarakat untuk mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi warga.
“Beliau orangnya ramah dan tidak membedakan masyarakat. Kalau ada persoalan di gampong, beliau selalu berusaha hadir dan mencari solusi bersama,” ujar seorang warga.
Penilaian serupa juga disampaikan sejumlah warga lainnya yang menganggap pendekatan humanis menjadi salah satu kekuatan Sahrul dalam membangun hubungan dengan masyarakat.
Bagi sebagian warga, keberlanjutan pembangunan yang telah dirintis pada periode sebelumnya menjadi alasan mengapa Sahrul kembali mendapat dukungan untuk maju dalam Pilchiksung 2026. Mereka berharap program-program yang belum tuntas dapat dilanjutkan dan disempurnakan pada periode berikutnya.
Harapan Pilchiksung Berjalan Damai
Terlepas dari dukungan yang diberikan kepada masing-masing kandidat, masyarakat berharap pelaksanaan Pilchiksung Gampong Jawa dapat berlangsung aman, tertib, dan demokratis. Perbedaan pilihan politik diharapkan tidak menjadi pemicu perpecahan di tengah masyarakat yang selama ini hidup berdampingan dengan baik.
Pilchiksung, menurut warga, harus menjadi sarana untuk memilih pemimpin terbaik yang mampu membawa kemajuan bagi gampong, bukan menjadi ajang yang merusak hubungan kekeluargaan dan persaudaraan.
Dengan berbagai visi dan program yang ditawarkan para kandidat, masyarakat Gampong Jawa kini bersiap menentukan pilihan mereka pada hari pemungutan suara. Siapa pun yang nantinya terpilih sebagai Geuchik Gampong Jawa periode 2026-2031, harapan terbesar warga tetap sama, yakni terwujudnya gampong yang lebih maju, sejahtera, harmonis, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan yang selama ini menjadi kekuatan utama masyarakat. (Eko)












